Aku pun sedikit terkejut, namun sepertinya dia menanggapinya dengan biasa.“A’, ayo coba balik badan, saya mau mengurut leher dan bagian depan Aa’.” dia memintaku penuh kelembutan.Aku pun segera menurutinya, kubalik badanku sehingga sekarang dalam posisi berbaring. XXNX Dengan kondisi seperti ini kupikir tidak akan mungkin melanjutkan perjalanan sampai Jakarta, karena malah akan berbahaya. Aku masih belum berpikir yang aneh-aneh waktu itu. Jadinya pada kaku semua.”
“Tenang aja A’, serahkan sama Santi pasti semuanya akan beres.” jawabnya menggoda.Dia lalu menuangkan sedikit lotion di tangannya lalu dia balurkan ke punggung dan mulai mengurutnya. Kita juga sedia jasa pijit loh. Boleh lihat ga? Mandapati pemandangan seperti itu, aku menjadi tergagap-gagap,“Emm..




















