Dodi bukan malah diam, melainkan semakin memutar-mutar lidahnya pada duburku. Aku membisikkan kepada Dodi. XXNX Aku tak mau menikah lagi… Mama sudah ada. Terkadang dia hanya mendapatkan komisi saja. Perlahan penis itu memasukinya sampai semuanya habis. Mama segalanya bagiku,” katanya pula.“Jangan, Dodi… nanti ketahuan.” kataku.“Kita harus pandai merahasiakannya, Ma.” jawab Dodi, sembari terus menggenjotku dari atas.“Tapi…”“Ya, kita harus pandai menjaga rahasia ini, Ma,” jawabnya. Mama Nikmati saja. Ujung penis itu dia putar-putar di ujung lubang duburku. karena pembantu akan pulang pukul 17.00.Sepanjang jalan kami tersenyum dan kami bercerita tentang apa saja. Aku merebahkan tubuhku. Pelukan yang tak pernah aku rasakan dari almarhum suamiku. Dodi mulai lagi menciumiku. Aku melihat cucuku tertidur dengan pulasnya. Bayarannya tidak mahal. Sampai akhirnya, aku merapatkan kedua kakiku dan aku mulai merasakan kenikmatan.




















