Gila rasanya tubuhku banjir keringat dan nikmatnya tangan Om Andi di mana-mana yang menggerayangi tubuhku.Putingku diputar-putar makin keras sambil sesekali payudaraku diremas kuat. XNXX gelii..!” balasku manja.“Sshh.. awwh.. eehh..!” balasku sambil merem melek keenakan.Om Andi tersenyum mendengarku yang mulai meracau ngomongnya. Om Andi duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.“Sini Om..! aah.. jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘Andi’ aja ya, Naya. Andi”
Kira kira sudah 15 menit aku munggu di ruang tamunya, tapi Om Andi atau Bibi pembantu tadi tidak datang juga aku iseng berdiri dan berjalan jalan menuju pemandangan kolam renang, tak taunya saat aku buka pintu aku melihat om Andi sedang mengeringkan badannya dengan handuk, terlihat ada gundukan yang lumayan besar di selakangannya.Melihat itu aku langsung jadi hormy sambil tanganku sesekali menggosok memek dan payudaraku, dengan










