Setelah memandangiku sesaat, dan bibirku yang berdarah, ia kembali ke kursi kemudinya dan menyalakan mobil. Dan sesaat kemudian, ia sudah duduk diatas pangkuanku. Bokepindo Sesaat kemudian aku tersadar bahwa bisa saja aku berada entah dimana.“Fung,” aku memanggilnya. Aku ingin tahu lebih banyak mengenai dunia ini. Aku ingin tahu lebih banyak mengenai dunia ini. Sambil menciumiku, dia bergerak dengan penuh irama. Setelah beberapa kali bersama, aku memutuskan untuk bercerita bagaimana aku bisa ‘bergabung’ bersama mereka.“Gitu, ya?” katanya tertawa keras. Dan sesaat kemudian, ia sudah duduk diatas pangkuanku. “Waktu itu masih polos. Aku mencair secepat lilin dihadapan nyala api didekatnya. Aroma dan pesonanya yang begitu maskulin memabukkanku.




















