Saya hingga di kota yang menurut keterangan dari saya tidak sedikit menyimpan memori di masa lalu. Bokepindo Saya memperhatikan dengan sabar namun sesekali saya berikan pandangan yang luas tentang makna hidup, mamang kata teman-teman saya, saya dapat menyerahkan rasa nyaman bila bicara, tersebut kata teman-teman saya (khususnya yang wanita) saya sendiri tidak merasa demikian, wah GR nih. Saya gigit-gigit kecil,“Ahh.. “Aahhk.. Mass.. Wah saya jadi gemetar, namun naluri seorang laki-laki normal saya katakan, saya tidak bakal macam-macam bilamana dia tidak mecam-macam juga. Wanita tersebut memperkenalkan diri sebagai Erna yang bekerja di antara perusahaan .Denagn sedikit memberanikan diri aku menuruh Erna untuk istirahat. Wah pikirannya sama dengan saya. “Ahhk.. menyerahkan semangat bermunculan dan batin,” seraya mengecup kening saya.Saya melulu tersenyum sarat arti. hbff..” wah tidak ada ucapan-ucapan lagi yang dapat dibacakan secara normal. Wanita




















