Wajahnya memerah, bibirnyapun kadang-kadang menggigit bibir bawahnya dan kalau aku lihatnya matanya terkadang hanya terlihat putihnya saja. XXNX “Nggak apa-apa Nduk.. Ya.. “Auuhh.. Aku memang tipe orang yang nggak bisa melihat ada orang lain menderita. “Kenapa Mbok, nggak sungkan-sungkan, ini kan sudah malam, kasihan Tika Mbok..”. mungkin sudah berhari-hari tidak dicuci. “Ndoro.., kenapa Ndoro pipis diperutnya Tika.., perut Tika jadi hangat Ndoro..”. Ndoro..”. Ndoro mau nyembuhin luka kamu kok.. ayo nanti Tika Ndoro kasih es krim.. Aku elus-elus teteknya dan kadang aku remas dengan keras. kok sakit..”
Aku sempat tarik ulur kontolku di liang memeknya. Ketika aku tawarkan untuk ke rumah sakit, Ibu itu menolak dan katanya lukanya tidak parah.“Ya udah bu, sekarang aku antar Ibu pulang, dimana rumah Ibu?”
“Nggak usah den, si Mbok nggak usah diantar”. Baru masuk sedikit, tikaku meringgis.




















