Sambil aku membeli rokok, aku mencoba bertanya di mana ada wanita yang muda. XXNX Semua menjadi beban pikiranku dari hari ke hari. Entah sudah berapa kali aku tertangkap membawa Stensilan, rokok, bahkan ganja. Perjakaku diambil seorang WTS. Jam baru menunjukan pukul 22.00 tapi temanku satu persatu bubar, mungkin karena cuaca yang kurang bagus. Aku segera menyetop sebuah bajaj yang kebetulan lewat. Aku berlari, berlari dan terus berlari dari komplek lokalisasi itu. Dan rasa nikmat saat senjataku masuk ke dalam kemaluan seorang wanita terus terbayang. Aku bertahan dengan imajinasiku untuk tidak keluar sebelum wanita keluar. Bahkan bermodalkan dengan ranking pertamaku, teman sekelasku yang mempunyai adik yang masih di SD, memintaku untuk memberikan les private di rumahnya, Perlahan tapi pasti anak buah lesku semakin banyak. Setiap ada kesempatan pasti langsung aku lakukan tidak perduli tempat




















