Aku mendesah panjang. Marah yaa? XXNX Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. “Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu.




















