Kami belum mengawali obrolan. Sedikit ragu apabila itu membikinnya tidak enjoy tapi kalimat itu mengalir tanpa dapat kutahan. Bokep Ojol Pahanya terkulai lebar ke samping, aku telah bersiap menusuk. “Deenn..cabut deen…” Serunya panik sambil menekan perutku ke belakang. My gosh, darahku berdesir, mimpi semalam membikin hayalanku makin parah. Akhirnya kami telah sama2 siap tempur. “Kalo saya minta tolong supaya mbak gak takut lagi gimana..”Responku mencecar pikiranya. Pada bosen katanya makan masakan luar, lebih boros juga…” Lanjutku. “Makasih den..makasih banget..”Jawabnya lega. Terlebih aku takut dengan dampak yg dapat saja terjadi. Mbak Juminten wajahnya kembali muram, matanya menatap ke luar pintu, kosong, sperti berpikir keras. Kami hanya sesekali mengobrol basa basi. “Mbak yakin mau ngelakuin ini”?tanyaku. ….Selanjutnya aku lupa diri, aku meliuk2 menyodok selangkanganya. Aku baru saja berakhir mandi serta tengah bersiap utk sarapan.




















