Erik bergeser ke sampingku. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Bokepindo “Anak bodoh.. Mukaku terasa panas. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Mungkin karena puber. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Aku mendesah panjang. Aku memilih untuk diam. Marah yaa? Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. “Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”
Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Aku lumayan capek, tapi aku senang. “Halo.. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku.




















