“Janji ya.. Bokepindo “Atau kamu sudah jadi laki2 yang enggak normal barangkali ya, Sayang ?“ lanjut Mama.“Ah, mama ini kok nanyanya yang enggak2 sih “? Nafas mama makin lama semakin teratur.Tak lama kemudian mata mama mulai terbuka pelan2 dan ketika melihatku ada disampingnya, mama tersenyum manis sambil tangannya dieluskan ke wajahku. “Aduuuuh…Mas…” teriak mama tiba2 dengan suara serak dan tersendat sendat diantara nafasnya yang sudah memburu. “Ter..rrruss..saaa…yang…terruu uus. Aku pura2 masih tidur sambil menikmati kuluman mulut mama di kont*lku. “Mama kirain kenapa ? “…Maaaaasss….” teriak mama pelan bersamaan dengan masuknya kepala penisku. “Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih…sini mama cabutin”, kata mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. “Lho….. ”
“Dan satu lagi…..










