Dengan sigap kumundurkan truk gandeng trailer ke tempat yang ditunjuk tukang parkir, aku turun dari kabin sopir, membuka pasak roda kelima, melepas saluran udara dan koneksi listrik, dan menurunkan roda penyangga gandengan. “Oh yeah,” lenguhnya. XXNX “Dimana itu?” kupikir. “Hmmm …” aku mikir sendiri, “Beberapa buat gituan yang santai aja?.”
“Masuk,” kataku, saat aku membuka pintu, “kita omong di dalem aja.”
Saat ia memanjat ke kabin sopir, aku masukkan hape ke laci dan dia menggeser ke kursi pengemudi. Dia jadi makin basah dan makin basah karena terus kupompa celah beruapnya. Aku menarik selimut keluar dari lemari, dan memasangnya. “25 minggu lagi,” katanya, sambil membiarkan payudaranya berayun bebas.




















