Kuperhatikan dengan lega tidak ada penyesalan di wajahnya, tetapi kulihat kepuasan. XXNX Kusadari Lia mengalami orgasme yang pertama. Aku kembali menyadarkannya dengan memintanya kembali memperlihatkan ketiaknya.Melihat tatapannya aku mengerti bahwa dia tidak tahu apa yang harus dikerjakannya untuk memenuhi permintaanku. Lalu aku tanyakan apa boleh mencium BB-nya, sebuah pertanyaan yang cukup mengagetkannya, selain karena pertanyaan itu cukup berani, juga karena matanya yang sedang melirik ke ‘anu’ ku.Untuk menutupi rasa malunya, diapun hanya mengangguk membolehkan. Sementara aku bersiap kembali untuk tidur, kembali kudengar suara orang mendekat ke arah pintu kamar. Karena aku selalu tidur hanya dengan bercelana dalam, maka aku pikir akan ganggu dia.Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga selimutku pun tersingkap.










