Tapi aku udah seratus persen terangsang, harus dilepasin. XNXX Sementara sisanya berhasil kucetak hitam putih, dengan hasil yang juga menyedihkan. Gayaku memotret seperti orang pro, padahal aku dak-dik-duk juga.Setengah rol pertama Lia agak kaku, tapi selebihnya ia mulai luwes. Walau awalnya malu-malu, lama-lama sepertinya ia excited sendiri, posenya semakin seksi. “Thanks.” ucapnya pelan. Aku tidak menyangka ternyata cepat juga klimaksnya. Agar Lia tidak canggung, kupegangi kemaluannya, kuusap-usap dengan lembut. Busyet..! Lia juga sepertinya sudah hot dari tadi, begitu kusosor dia langsung bereaksi postif.“Gue lepasin CD-nya ya..?”
Lia tidak menjawab, lagi-lagi hanya tersenyum, wajahnya merah. Busyet..! Magnetizing tapi aku tidak boleh kikuk, untuk memperlihatkan kesan bahwa aku sudah biasa melakukan pemotretan model.“Gini Lia, Ivan udah ngejelasin kan..?”
“Iya sih dikit, untuk studi kan..?”
“He-eh, tapi gue pingin mastiin lagi elo bener-bener bersedia..?”
Lia menangguk pasti, “Tapi gue berhak




















