Gw tau diri lah, kan yang kenal lu dennis duluan.” Jawabku.“Gw ga ada apa-apa kok sama dennis, gw hanya temen biasa. XXNX Rambut panjangnya ia biarkan tergerai di terpa angin laut yang sepoi-sepoi.Dan aku pun mulai terbangun dari tidurku. Yang di kiri itu baju gw semua. Selama ini payudara Maya hanya aku bisa pandang dan bayangkan dari jauh saat ini sudah di depan mata.“Ehhh sorry may, gw kelewatan. Kalo lu mau.” Tanya Maya kepadaku. Kayaknya gw bakalan betah disini, apalagi bisa deket-deket sama cewe secantik lu” kataku kepada Maya dengan sedikit mengantuk.“Dasar gombal… Gpp lagi jay, justru kayaknya gw yang ganggu tidur lu”“Ga kok… Gw males tidur lama-lama. Cukup lama aku melakukannya dan sepertinya Maya sangat menikmatinya.




















