Pahanya makin melemah dan jariku berhasil menerobos kembali pada belahan diantara hutan halusnya itu. kukunci saja. XXNX Saya memekik keenakan, Ita memekik juga enak bercampur sari, dangdut, keroncong, perih, ngilu dll (katanya kemudian setelah acara kami ini selesai).Saya terdiam beberapa saat kubiarkan laras panjang itu menyoblos masuk dan makin masuk dan makin ambles.. “Kasih doong, masak sih pelit amat..” dia berkata. ” batinku. jangngngan ..” tapi tangannya memeluk tubuhku erat sekali. ya.. Ita mengerang lagi
” Ohh.. Pernah saat saya sedang berusaha mendekati dan meraih tubuhnya, ee dia teriak, dan sayapun gagal menjamah tubuh semlohainya itu.Saya pamit pada orang tua saya dan ternyata diijinkan tanpa ada kecurigaan apa-apa.




















