Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Bokepindo Di sana kami terdiam, mendengarkan ombak, begitu istilah Diana tadi. Setelah pagi, baru aku mengantarnya pulang. Rumah saya di dekat situ juga.”
“Boleh saja.” Kataku, “Tapi katanya mau tetap di sini? Aku menjawabnya dengan senang hati.Terkadang pun aku bertanya padanya. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Kantornya “x” (nama koranku), khan. Padahal diproyeksikan untuk menjadi calon presiden. Sambil merokok, dia tampak lebih rileks, kakinya tanpa sadar telah nemplok di dashboardku. Aku maklum, karena tahu latar belakang pemimpin yang mereka maksudkan itu.“Eh, nama kalian siapa?” Tanyaku, “Aku Ray.”
“Saya Diana.” Kata cewek manis itu, lalu teman-temannya yang lain pun menyebut nama. Diana memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar.“Mas, setelah ini mau kemana?”
“Pulang.




















