mas, cabut dulu mas.Sakit mas ujarnya. XXNX Pintanya dengan mata sayu menatapku dan suara bergetar.Karena kasihan, aku pun langsung menaikkan ritme goyanganku dengan mendorong dalam kontolku dalam memeknya. Sebenarnya aku ga tega, tapi aku pun merasakan kenikmatan dengan hanya bermain di permukaan memeknya itu.Akhirnya aku mengalah dan memutuskan untuk mencabut kontolku dari memeknya. Aku sayang kamu, mas kata Elsa. mmmaaaassssss suaranya tertahan dan bergetar.Eeennnnnaaaaakkkk bbaaaannggeeettttt mmmaaasss.katanya. Pinggulnya ikut terangkat tiap kali aku menarik kontolku.Dan suaranya tertahan mmaaasss. pipis. Dia yang mulanya hanya meremas lengan dan dadaku, perlahan tangannya turun tapi terhenti di atas perutku. mmmaaasss, jangan nyiksa aku doonkk masukin yang daallleeem dddooonnkkk. Sementara aku tiduran diatas spring bed, ternyata karena takut (atau entah sengaja) Elsa ganti baju tanpa menutup pintu kamar mandi, tentu saja aku bisa melihatnya dari kaca besar di depan




















