“Bangun, cepat!” Perintah pelatih dengan suaranya yang berat. Entah kenapa tiba-tiba dia dihadapkan denganku, pelatih mencoba membuat uji tanding ganda putra, dan saya kebetulan bertandng dengannya. XNXX “Di Mel 3 F kak, tidak jauh kok.”
Kemudian setelah mobil berjalan, kami memulai pembicaraan ringan, mengenai kuliah, orang tua sampai ke hobby. Bukan main gugupnya aku, darahku menjadi mendidih, panasku seakan naik 100 derajat, tanganku gemetaran dan keringatku menguap karena kepalaku jadi sepanas tungku api. “Dik! Dia akhirnya memberitahukan kalau tadi malam dia juga main di sana, dan itu baru yang pertama kalinya. tapi.. Woow.. oohh! oohh! Wuih.. “Alex mau dong.” Pintaku sambil menatap sekali lagi wajah pangeranku yang tampan itu. Apa ada yang mengganggumu?”
“Ha! Sendiri lagi deh, tapi jangan putus asa Lex, cari lagi, mungkin kamu bisa memperoleh tantangan baru nanti.




















