Mereka tidak bisa diajak nginap di hotel, karena harus kembali kerumah.Meskipun aku bukan penggemar STW, tetapi keunikan itu membuat penasaran. Aku tidak tega menggantinya dengan yang lain, apalagi rasanya lumayan jugalah untuk temen bobok siang. XXNX Aku berhenti di bangunan yang ditunjuk pak Mertino sebagai penanda, dekat dengan titik tujuan. Aku membalikkan posisi dan sekarang berganti aku yang menggarap Amei.Berbagai posisi mulai dari posisi biasa sampai akhirnya kedua kakinya kuangkat ke atas pundakku. Dia rupanya sudah mengenaliku. “Lha kalau sama-sama aja kan enak sih,” kataku menggoda. Warung makan itu agak unik, karena ruang untuk makannya berada di dalam rumah, seperti ruang makan rumah biasa, hanya saja meja makannya ada sekitar 3 dengan kursi-kursi.Dengan gaya percaya diri aku langsung membelok dan duduk di salah satu meja.




















