Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Bokep Montok Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman.




















