Aku berteduh di bawah pobon, sambil menghilangkan pegal-pegal di kaki. “Cari kerja”, sahutku tetap polos. Bokep indo Tiga atau empat hari lagi, aku pasti sudah tidak sanggup lagi bertahan. “Apa saja. Bi Minah kembali tersenyum. Ada empat kamar yang berjajar. “Kalau kurang, nanti saya tambah”, katanya lagi. Aku diberi sebuah kamar, lengkap dengan tempat tidur, lemari pakaian dan meja serta satu kursi. “Nyonya”. Tentu saja wanita pemilik mobil ini jadi senang. Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya. Nyonya Wulandari menarik selimut, menutupi tubuh kami berdua. “Punya ijazah apa?”. Tapi aku sudah tidak bisa lagi merasakan kehalusan kulit pahanya itu. Sedangkan kedua anaknya sekarang ini sekolah di luar negeri. Membayangkan semua yang baru saja terjadi hingga terbawa ke dalam mimpi yang indah.




















