Nama temen-teman aku itu Aline,
Ayu dan Anita (namanya juga samaran, hehehe asal karang aja). Duh, apa yang sedang terjadi? XXNX Meki-nya udah siap, jang?”, tanya dia dingin. Pengen coba
amoy nih…”, goda salah seorang lelaki yang dari tadi ngopi disana,
disambut tawa teman-temannya. Para cowok brengsek yang
lain pada rebutan melihat dompet aku. E, salah seorang cowok itu, sebut
saja Ucok (sekitar 25th-an), berkata kalau dia kenal orang yang bisa
jual dengan harga dibawah harga pasar. “Wah, amoy ini ngga bawa uang bos. Nah, suatu malam…Aku bersama 3 temen aku pergi ke sebuah tempat dugem di kota S. Udah siap belon?”, tukas Ujang. Aline
dan Anita kulitnya putih mulus, seperti aku. Tak lama kemudian, aku merasa penis Ucok berdenyut-denyut. Yeks !Setelah itu, Ucok terduduk disebelah kiriku sambil tersengal-sengal. Ucok kembali cuman tersenyum singkat
dan menarikku agar segera masuk kedalam gedung.“Woi…dari




















