“Waduh nih kalo ada orang di luar curiga gimana juga..”? kkhh.. XXNX Meski tidak sepenuhnya masuk, tapi Ireneterus saja memasukkan semua dan berusaha untuk menelannya lambat-lambatsambil lidahnya tidak pernah berhenti menjilati seluruh bagiankejantananku, ditambah lagi pijatan lembut tangannya di bawah testisku.Waktuitu wajah Irene sangat bernafsu, matanya dipejamkan, sedikit peluhkeluar dari dahi menuju ke pipinya. aku amaIrene jelalatan deh kaget banget tapi weee.. Lidah dia udah langsung nyelonong masuk ke mulutku. Akulari ke pintu cockpit-nya, jendelanya terbuka (belakangan aku tahunanti kalau dia jalan bakalan ngeledekin aku lagi). ghhh..!”
Waktumulai kumasukkan kepala ‘bandot’-ku lebih dalam lagi, tiba-tiba sajasebuah tangan kecil halus menahan si ‘bandot’ masuk lebih dalam lagi,dan saat kubangun dari kuluman puting dan payudara Lisbeth,”Ireneee..!” terkejut sekali aku melihat mata Irene yang persis premanterminal yang mau ‘palakin’ duit anak-anak bau kencur (hehe..




















