Aku lihat wajahnya. Lalu aku dekatkan tubuhku ke arahnya. XXNX Dia melirikku sesaat. Aku berikan makanan yang dia pesan. Sambil tetap berdiri di bawah siraman air dengan kaki kanannya disilangkan ke kaki kiri. tanyaku pelan. Aku pikir dia mungkin jadi bebanku nanti. Aku ambil juga celana pendekku lalu aku berikan ke dia. Bulubulu tipis basah membentuk lekuklekuk sela pahanya yang indah. Sambil tersenyum, Ratih menggenggam batang kejantananku, menarikku mengikutinya ke arah tempat tidur. Di bagian tengah belahan bulatan dadanya, aku jilat naikturun. Selesai berpakaian, Ratih bergegas menyisir rambutnya. Kulihat matanya yang meredup. Ratih langsung berbaring. Aku lihat barangbarangku masih di dalam ransel yang aku bawa.




















