Saat aku keluarkan pejuhku, si Nita menutup matanya sambil memeluk kedua kakinya. Bokepindo ketika aku tawarkan untuk ke rumah sakit, Ibu itu menolak dan katanya lukanya tidak parah. “Nggak apa-apa Nduk.. Sambil Nita mengoral kontolku, kaos lusuhnya Nita pun aku angkat dan aku lepaskan dari tubuh mungilnya. Sekitar jam 1 malam setelah aku selesai nonton acara TV yang membosankan, aku menuju kekamar belakang untuk meneggok keadaan mereka. kontolnya ndoromu ini diemut ya..”. “Simbok mau pulang.., aku antar ya Mbok, kasihan Nita jalannya pincang”. Setelah agak tenang, tanganku langsung bergerilnya mengelus paha mulus Mbok inemku ini. Setelah aku lepaskan kedua tangannya, aku sodorkan kontolku kedepan wajahnya dan aku suruh Nita untuk memegangnya. “Tapi Ndoro.. ketika aku tawarkan untuk ke rumah sakit, Ibu itu menolak dan katanya lukanya tidak parah.




















