Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Bokep indo Andaikata aku diberi kesempatan, tidak akan kusia-siakan. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengikuti gerak jalannya. Aku sedang menemani anak-anak berjalan-jalan ketika ia menyapaku. Kalau toh ia hanya sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaku kemarin, yah tak apalah. Rasanya seberti digigit-gigit. Ia memandangku.“Isteriku sudah meninggal”, kataku. Ini kesempatan emas. Bibirku kutekan ke bibirnya. Sedikit demi sedikit tetapi sangat nikmat. Anita menunduk menghindari air mata.“Ibu sudah di surga, Tante”, kata Marko polos. Tangaku mulai bergerilya di balik baju tidurnya mencari-cari buah dadanya yang montok itu. Selang semenit, Linda keluar. Aku mendekat.“Ada yang bisa saya bantu, Mbak?” tanyaku sopan.Ia terkejut dan menatapku agak curiga.




















