“Ah ibu Widya.. Bokep Jilbab/Hijab Pak Hendra dan kamu diam-diam saja” Aku berbicara dengan tegas dan singkat.Yang jelas aku ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan toilet wanita ini. Tapi ya..” sesaat dia bingung untuk melanjutkan ucapannya itu. Sekarang pasti sebagian besar pahaku yang terbalut stoking nampak jelas dimatanya. Bramanto tampak agak ragu tapi dia menuruti perintahku dan duduk di kursi di depan mejaku. “Ehm.. Tanpa di suruh dia langsung mengangkat kaki kiriku dan mulai menciumi betis-ku. Sekarang pasti sebagian besar pahaku yang terbalut stoking nampak jelas dimatanya. Walaupun aku cuma pipis tapi ada semacam sense of privacy-ku yang dilanggar dengan kehadiran dua pria ini kendatipun aku juga sadar kalau mereka juga pasti tidak menyangka aku akan ke sini.Kulihat Hendra senyum-senyum kecut menatap-ku dengan tatapan tolol-nya sedangkan Bramanto terlihat salah tingkah dan tidak berani memandang wajahku.




















