Aku terus saja. Bokepindo Mungkin ini yg tak biasa, dia tampak lebih rapi dari biasanya. Itu sdh sering dan Lilis jg sdh tahu. Yg tak biasa adalah dia beberapa kali ‘tertangkap’ sedang memandang ke arahku tp tatapan matanya agak ke bawah. Karena kedua kaki Lilis keburu menjepit erat pinggulku, dan lalu tubuhnya berguncang teratur seperti tadi. Tak terpikirkan lagi untuk mencabutnya. Bentuk tubuhnya sama langsing, hanya dada Lilis sedikit lebih besar. ?” Kulihat ekspresi wajahnya yg kaget sekejap. Teman-temannya di kampung pada umumnya hanya tamatan SMP atau bahkan SD. Untuk memenuhi rasa penasaranku, tanganku yg sedang membelai rambut Lilis ‘mampir’ sebentar ke punggungnya. Memompa.




















