Namaku Surya kataku kemudian.Gede panjang, mas katanya malumalu melirik ke batang kejantananku yang tegak berdiri keras di selangkanganku. Bokepindo Aku bentangkan matras karet yang aku bawa, sambil tiduran aku gunakan tas ranselku untuk sandaran kepala.Aku bukan terganggu oleh kotornya lantai ruangan tunggu di terminal itu tapi suara nyamuk yang seakanakan mengejekku yang tidur di lantai terminal yang kotor ini, sungguh menjengkelkan. Rapi tertata. Aku basuh mulai dari pangkal paha sampai ke telapak kaki. Sadis banget. Lalu aku pelanpelan tekan batang kejantananku ke atas. Aku periksa uang dan kartu kreditku di dompet. Atau aku mungkin cacat atau terluka parah katanya sesenggukan.Dijatuhkannya kepala ke bahuku. Ratih balik bertanya. bentak satunya lagi.Aku perhatikan lakilaki yang pertama membentakku. Suka, sayang. Besok kita lanjutkan ya? Baru nanti kita ngobrol banyak kataku berusaha mengerti yang sedang dipikirkan oleh wanita




















