Ia sama sekali tidak pernah memberitahukan nomor ini selain kepada pelanggannya. Bokepindo Cinta tak tahu harus berkomentar apa. “Loh terus?”, Om Ridwan terheran. Terdengar desah nafas panjang sebelum laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. Mungkin ‘klien’ baru, pikir Cinta. Meletakkannya diatas meja dan menyalakannya. “Nih lagi iseng browsing sambil nunggu kamu mandi”. Kini ia berjumpa Om Ridwan sedang menggandeng seorang gadis muda. Matanya melirik lagi ke arah laki-laki paruh baya yang duduk beberapa meter didepannya. Ia pun terus melanjutkan langkahnya menuju resepsionis. “Kita sudah sama-sama dewasa Ta, jadi Om bakal cerita terus terang saja…”.Om Ridwan kemudian bercerita panjang lebar tentang kebiasannya bermain wanita dan gadis-gadis muda. Uang sebesar itu ternyata tidak menjadi masalah besar untuk Om Ridwan. Laki-laki muda itu lalu memeluk Cinta dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya.




















