“Enak ya Pak Pardi”
“Enak apanya Mas”
“Pak Pardi sudah jembutan, pasti lebet. Ternyata bagian bawah celana kolornya robek lumayan besar, sehingga salah satu biji pelernya sedikit keluar. XXNX Waktu itu aku berumur 16 tahun dan aku adalah anak seorang pejabat daerah. Crott.. Maen apa Pak?”
“Pokoknya liat aja besok, di jamin Mas Win suka, malah pengen ngerasain”
“Ah Pak Pardi ini bikin penasaran aja” ujarku manja. Dia diam saja, tapi tangannya menurunkan celana kolornya hingga sebatas lutut, sehingga terlihatlah pemandangan yang sangat saya impikan.Kontol Pak Pardi gemuk dan besar, benar-benar full ngaceng dan batang kontolnya berurat-urat semakin menampakkan kesan jantan dan gagah. Tapi hari ini pemandangan itu berubah, kulihat Pak Pardi hanya memakai celana kolor berwarna biru yang sudah hampir pudar warnanya.Perlahan aku dekati dan berusaha tak membuat suara.




















