Lemah lembut tapi sungguh luar biasa dahsyat. Lendir kenikmatanya sudah membasahi memeknya. Bokepindo Kurangkul tubuhnya kuat-kuat. Dibukanya kedua kaki Laras sehingga jariku menyentuh memeknya. Desahan Laras semakin menjadi-jadi, sambil rambutku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menahan kenikmatan.“Enak nggak sayang?” tanyaku lembut dengan nada menggoda.Laras tak menjawabnya, dia hanya melihatku sambil menarik napas panjang. Dahi kami penuh dengan peluh. Laraspun lalu mengenggap erat dan dikocoknya pelan.Laras tahu apa yg harus dia lakukan. Berulang kali kukeluar masukkan k0ntolku siring dengan nafas yg sudah tak teratur lagi. Betapa tdk, tubuhnya montok sekali, seolah ada rasa dahaga yg tertahan bertahun-tahun. Hmmm.. Laras mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya. Kami mulai terangsang! Setelah itu tubuh Laras kubalikkan sehingga terlentang. Tangannya liar menarik-narik rambutku, sedangkan aq tenggelam di celah toketnya yg montok.




















