“Iya, terus akan kusuruh hantu-hantu itu nyubitin seluruh tubuhmu tak tersisa”, balasnya dengan senyum kemenangan. Bokepindo Tapi kali ini aku ingin bereksperimen. “Tumben Zainal tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali ya, aku sempat melihatmu sibuk tapi karena masih ngantuk jadi aku pilih tidur lagi aja daripada membantumu”, komentarnya. Duduk tepat didepan tangan Indah sudah mulai merapat dengan tubuhku. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. Kedua tanganku turut andil dengan segera menarik kedua pinggulnya agar liang kenikmatannya dapat segera kuterobos dengan juluran lidahku. Malam itu aku hanya dapat tidur nyenyak tiga jam saja. Zainal, mmh..”. “Mmm.. Kemudian tempurung lutut kananku dengan sengaja kugesekkan pada selakangannya. Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yg dilanjutkannya dengan pertanyaan. “Nanti setelah Mbak kukenalkan, ganti Mbak kenalkan saya”, jawabku sambil meneguk kopiku yg masih panas




















