Mang Dadang pun tak sabar untuk kembali memasuki memek berjembut halus itu dari arah belakang.“Ouughh yeeshhh!!! Jangan sampe ada yang ketinggalan. XXNX Cukup! Masak tampang saya kaya penjahat pembabat hutan?” sanggah Jennifer meyakinkan, kalo dirinya bukanlah anggota pembalak hutan.“Hmm.” gumam lelaki ber-parang itu meneliti setiap bagian tubuh Jennifer Arnelita.“Baguslah kalo begitu. Haak.. memeknya wangi, Neng. kalo kontolnya terkulum lembut didalam mulut mungil itu.“Ke gubug Mamang aja yuuk, Neng. “Duuh, akhir-akhir ini kenapa kepala gue suka pening dan perut sering mual yah? Fuckin’ nightmare . Mendingan menikmatinya seraya ber-akting berontak biar Mang Dadang semakin bernafsu “menelan”-nya. Hmm.. Semenjak istri Mamang meninggal.”“Ooh maaf, Mang.”“Hehe.. Sembari memejamkan mata, dimasukkannya benda berbentuk bulat lonjong dan tumpul itu ke dalam mulutnya.Jennifer mencoba untuk tidak merasakan jijik dengan bau dan bulu jembut sang Predator yang semrawut tidak karu-karuan kaya




















