Laptopmu tak bawaknya entar di rumah tak benerin.”“Gak usah Bram, gak papa kok, kan aku masih ada Ipad.”“Emmm… Oh ya, kamu gak papa ta Nit di rumah sendirian?” tanyanya.“Kenapa emangnya? XNXX Apaan ya?? Kok malah jadi dia yang sewot? Kok malah jadi dia yang sewot? Aku memasang wajah memelas sehingga kegantenganku berlipat, “Bentar kok, cuma 5 menit doang.”“Kagak pakai acara ngopi-ngopian.”“Aduh… Duh… Duh… Sakit, Nit….”Jewerannya mendarat dan kupingku langsung diseret menuju kelas PA2. “Arrrrgghhhhhhh….”Dengan gerakan reflek super cepat, aku langsung menutupi Bram junior.“Nit tutup pintunya.” Seruku.Namun Nita tak menghiraukan ucapanku, ia tetap berdiri mematung di depan pintu kamar mandiku.“Nit tutup pintunya…” seruku kembali dengan sedikit berteriak.Ia yang kaget mendengar teriakanku langsung bergegas menutup pintu kamar mandiku.Saat ini aku benar-benar sangat shock. Yang minta maaf siapa?




















