Ia memberi isyarat dengan tangannya kepada si Tegap dan si Brewok untuk meninggalkan ruangan itu.Aku yakin (sangat yakin, untuk lebih tepatnya) bahwa aku melihat beberapa jari si Kumis mengkilap karena basah. Namun si Kumis membentak, yang kuduga isinya (jika diterjemahkan):Jangan macam-macam! XXNX Matanya menatap tajam Sherly. Ia bercerita bahwa sambil menjilati klitorisnya, si Kumis menggesek-gesekkan jarinya ke kemaluan istriku. Sherly tetap memejamkan matanya dengan alis sedikit mengkerut, sama seperti tadi.Sherly tidak mengeluarkan sepatah kata pun sejak tadi masuk ke dalam ruangan itu. Si Kumis kembali memandangi Sherly dan kali ini pandangannya terkonsentrasi ke arah payudara istriku.Hampir semenit penuh ia memandangi tubuh Sherly. Aku menyuruh Sherly untuk mengenakan pakaiannya secepat mungkin. Apa yang akan terjadi? Dona move! Aku hanya mengelus-elus rambutnya dan menenangkan hatinya dengan mengatakan bahwa semua itu sudah berakhir.Sesampai kami di hotel




















