Aku menarik nafas, sedikit jengkel akibat klimaksku yang menjadi tertunda. XXNX Tapi seiring dengan cairan bening yang semakin banyak membasahi dinding lubang kemaluan tersebut, batang kemaluanku menjadi mudah masuk semua ke dalamnya.Tanganku mulai membuka kancing baju Suster Vika. Ia langsung meloncat turun dari atas tempat tidur dan menutup tirai kembali.Suster Mimi yang berwajah manis, meskipun tidak secantik Suster Vika, sekarang gantian menjilati seluruh permukaan batang kemaluanku. Suster, saya pinjam handuknya deh. Kali ini mulut Suster Mimi yang tak kalah ganasnya dengan Suster Vika, mulai menyedot-nyedot kemaluanku. Suster Vika paham apa niat Suster Mimi. Kami sama-sama tertawa puas.Sementara dari balik tirai masih terdengar suara kenikmatan sepasang makhluk yang tengah asyik-asyiknya memadu kasih tanpa mempedulikan sekelilingnya.Tepat seminggu kemudian, aku sudah dinyatakan sembuh dari DBD yang kuderita dan diperbolehkan pulang.




















