Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan sepiring kue kesukaanku.Dia adalah Yuni. Setelah mandi aku masuk kamar dan kulihat Rosa sedang berdandan untuk ke kantor.“Pa… sarapan sama Farhan ya, mama ada meeting pagi-pagi, nggak sempet sarapan. Bokep India Sambil tersenyum, silih berganti mereka mendengarkan keluhanku.“Itu karena kamu terlalu monoton Adi, terlalu lurus berumah tangga. “Bukan sekedar istri namun juga barter seluruh kesehariannya, keluarga dan pekerjaan Di, cukup satu minggu saja dan ada satu syarat yang tidak boleh kita langgar”? Sehingga Yuni masih mempunyai waktu luang untuk merawat diri, kesalon, berolah raga dan membaca buku kegemarannya.Yuni sangat gembira sekali. Boleh aku buka sekarang? Tujuanku agar Yuni tidak terlalu kelelahan dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak kami.




















