Kumajukan kepalaku untuk melekatkan mulutku ke vagina Putri. Aku goyangkan terus, meresapi sisa2 kenikmatan yang masih ada. Bokep indo Mau?” . Kutatap mata Putri, kami kembali berciuman, dan Putri kembali menggigit pundakku. Ini berarti taruhan 50-50. Putri langsung melotot tajam “Jadi kau kira aku tempat pelampiasan?” dengan nada meninggi. Putri bangkit duduk dan merangkul leher ku, mencium ku, dan berkata “Enak sayang”. Putri hanya tersenyum mengangguk. Tangan kiriku tetap dinamis mengorek isi dalam lubang itu. Aku celingak- celinguk liat keadaan, dan langsung menghambur ke depan memeluk putri seraya berkata “Makasih ya put”. Tapi tidak memanas, hanya interogasi kecil yang ingin dituntaskannya. Dengan pelototan dan jawaban ketus, dijawabnya tidak. Putri sekarang terlentang di atas meja, kaki kiri nya kuangkat ke pundakku yang barusan digigitnya.




















