Sialnya kepala penisku yang memang sudah keluar dari CD ku terjepit resleting.“Aww Indah, pelan-pelan dong sayang. Mulai dari punggung merayap ke pinggang, perutnya dan dadanya. XNXX penismu sih yang nakal. Kurebahkan di karpet sambil mengusap keringatnya yang keluar sambil menahan rasa mualnya karena sikutanku yang mengenai perutnya.“Duhhh Indah, ngapain sih kamu ngisengin aq kayak gitu?” sambil menahan tangisnya,“Ah kamu nih bukannya nolongin malah nyalahin aq. Sambil memeluknya, aq melihat matanya mengeluarkan air mata.“Kenapa sayang?” tanyaku“Nggak papa sayang.., aq cuma merasa betapa bahagianya apabila seseorang dicintai seperti lirik lagu itu”“Apakah kamu mau tau seseuatu, sayang?” tanyaku lagi.“Apa itu, sayang?”“Lagu ini kuciptakan sendiri, untuk mengekspresikan rasa cintaku yang terdalam untukmu, sayang!” kataku.“Ooohhh, Maico.., What a wonderful gift from God you are for me” sambil dia berkata begitu, air matanya bertambah banyak dan pelukannya semakin erat.




















