Sambil makan, Ria banyak bercerita. Bokepindo Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu. Sehingga aku tidak bisa meninggalkan ranjang dan kamar ini.Dan secara bergantian mereka mengurus makanku. Aku membayangkan kalau orang tua dan saudara-saudara serta semua temanku pasti kebingungan mencariku.Karena sudah tiga hari aku tidak pulang akibat disekap cewe-cewe binal dan liar ini. Ria memang pandai membuat suasana jadi akrab.Selesai makan bubur ayam, aku dan gadis itu kembali berjalan-jalan. Mau nggak..?”, ujarnya menawarkan, sambil menunjuk gerobak tukang bubur ayam.“Boleh”, sahutku.Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. “Sama, aku juga sendirian”, jawabnya singkat.Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Bahkan aku berharap kejadian cewe binal itu tidak sampai menimpa orang lain.,,,,,,,,,,,,,,,,




















