Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Aku selalu berharap, apa yang terjadi pada diriku jangan sampai terjadi pada orang lain. XXNX Dan keesokan harinya, setelah mengambil semua uangku yang ada di bank, aku langsung ke stasiun kereta. Bahkan dari Bi Minah, yang tugasnya memasak itu aku baru tahu kalau bukan hanya aku yang sudah menjadi korban kebuasan nafsu seks Nyonya Wulandari. Kesempatan bagiku untuk kabur dan rumah neraka ini. Aku pernah diikat, dicambuk dan di dera hingga kulit tubuhku terkoyak. Karena aku harus selalu mendampinginya, tentu saja Nyonya membelikan aku beberapa potong pakaian yang pantas. Aku selalu berharap, apa yang terjadi pada diriku jangan sampai terjadi pada orang lain. “Jangan datang lagi ke sini. Di sana aku dilatih dengan berbagai macam alat agar tubuhku tetap segar,




















