Saya mencium lehernya dari belakang.“Ih.. Bokepindo “Maafin saya, Gus..” katanya. Umurnya 23 tahun. Andi adalah teman akrab saya sejak kecil, satu SMP, SMA, dan satu universitas. Mata Vivi masih terpejam menikmati ciuman kita. Bajingan!!“Kamu manusia hina, Vi!” Itulah kalimat terakhir yang saya ucapkan setelah itu saya kembali ke ruangan karoake yang gelap. Perlahan dan penuh perasaan saya mengulum dan melumat bibirnya.Degup jantung saya semakin cepat ketika saya mengarahkan tangan kanan saya ke arah dadanya yang masih tertutup handuk. “Gus, kenalin.. “Ahh.. Masukin..” mohon Vivi.Saya tersenyum dan bersiap-siap memasukkan tongkat wasiat saya. Gus.. Vivi menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan bertenaga. Saya singgah sebentar di Bakmi Gajah Mada dan membeli dua bungkus bakmi. Saya memperhatikan photo tersebut dan mengucek-ngucek mata, gadis itu adalah kakaknya si Vivi!




















