Saat itu aku kelas tiga SD. Kakek mempunyai ladang yang meski tak begitu besar, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari. XXNX Aku memang kadang suka diminta kakek, atau bahkan mbak Darsih, untuk memijat mereka. Dia tertawa cekikikan saat melihatnya, Cepetan ditutup, nanti burungnya kabur lho! Paling hanya ke sawah tak jauh dari rumahku, itupun kalau pas musim layangan saja. Selama kepergian ibu, mbak Darsih lah yang ganti menjagaku. Ladang itu sebagian dia jadikan tempat memelihara ikan, dan sebagian lagi ia jadikan tempat bercocok tanam segala macam jenis sayuran, mulai dari kol, sawi, bawang merah, kacang panjang, tomat, bahkan cabe. Mbak Darsih ternyata orangnya baik, diapun secara ekonomi sangat mapan, jauh dibanding kakek, hingga tak jarang akhirnya sering membantu keuangan keluarga kami, khususnya ibuku yang memang tak tentu mendapat kiriman dari ayah.




















