Setelah agak mereda, aku segera lepaskan tanganku dari mulutnya. Bokepindo Dia membetulkan selimutnya sambil menatapku dalam-dalam, aku tak berani menatapnya, aku hanya bisa tertunduk malu.“Bunga sekarang jam berapa?” katanya kepadaku.“Jam sembilan Mbak,” jawabku takut-takut, sambil terus menunduk.“Ya ampun.. Aku pun terus membelainya sampai kemudian ia terbangun. boleh.. jadi Bunga kehilangan kontrol.. begini. Belum pernah aku ditampar oleh seorang pun seumur hidupku.“Hiks.. Pelan-pelan tanganku mulai merambat menuju kemaluannya dan.. Bunga.. Sesampainya di stasiun, aku langsung bisa mengenalinya, wanita anggun dengan setelan blazer khas wanita karier.Aku pun menyapanya, “Mbak Lina..!” Dia pun berpaling kepadaku, dan tampaknya dia terperanjat, “Ya ampun.. Mbak belum makan malam nih.. “Udah Mbak.. “Hei.. Sebenarnya Mbak punya komitmen akan sesuatu..” katanya memecah suasana.Dia berkata, “Mbak pernah berjanji pada diri sendiri, barang siapa yang pertama kali melakukan seperti apa yang kamu lakukan




















