Aku memeluk tubuh ibu dan mengocok kontolku dalam memeknya. “Kamu isap lidah Mas ya. Bokepindo Tangkapan kami hari ini, lumayan baik. Ayah terus menerus batuk dan mengeluarkan darah. Lama-lama jadi besar?” kata adikku. Kubiarkan dia diam di atas pangkuanku. Kulihat adikku Sutinah sedang mengelus-elus kontolku. Hidungnya, diberi pernafasan. Gairahku muncul. Sutinah menangis, ketia ayah dibawa naik ambulance itu. Sebuah perahu kecil. Aku tersenyum saja
“Aku laga-laga ke tempikku ya Mas. Kita main suami-isteri. Aku juga melepaskan celanaku. “Oh…Kandas, mas,” katanya. Aku terus menggenjotnya dan terus menusuknya. Dia melangkah ke atas perahu dan mengambil sebotol teh manis dan membawanya ke akar-akar pohon bakau. Aku juga. “Ah.. Aku semakin tak perduli.




















