Sinta langsung ambil posisi menindihku. Sampe akhirnya aku menyetop taksi serta menuju hotel yang dekat dengan mall tersebut. XXNX Pikiranku langsung kacau, yang tadinya pingin pelan-pelan dulu atur taktik tiba-tiba nekat ngomong. Sekarang posisi kami sama-sama rebahan, kepala dirinya diatas dadaku yang tetap pake kemeja, serta dirinya mengatakan padaku
“Kemejamu lepas aja mas biar gak lecek”
Aku merasa isyaratnya telah makin jelas. tiba Tiba-tiba ciumanya dirinya hentikan serta mengatakan,
“Mas, namaku Sinta, mas sendiri namanya siapa?” sambil menatapku lembut penuh gairah. Saat itu juga aku merasa ada yang mau keluar dari dalam kontolku serta akhirnya
“Crooot…crooot…croot” pejuhku keluar semua masuk ke dalam tenggorokannya. Dirinya bercerita tidak sedikit, mulai dari awal kerja hingga batapa bahagianya kalau tinggal disana.Kira-kira telah 30 menitan dirinya cerita, tapi aku tetap belum berani ambil keputusan, apakah yang aku lakkan kepada cewek ini.




















