Nanti aja di penginapan aku kasih semuanya…”
Aku ketawa kecil. Menjilati lehernya yang hangat, sementara tanganku mengelus jembut yang lebat itu. Bokepindo Dan kami pun terkapar diatas ranjang.Setelah selesai bertarung dalam kenikmatan kami berbenah diri untuk segera pulang. Dikasih sejengkal mau sedepa. Lalu pindah duduk ke belakang setir lagi.Tak lama kemudian mobilku meluncur di jalan raya. Rok bawahnya tidak dikenakan lagi, sehingga pahanya yang putih mulus itu tampak jelas di mataku.Aku bangkit menyambutnya dengan pelukan hangat,
“Bu Evi cantik….muahhh…” kataku diakhiri dengan kecupan hangat di pipinya. Dikasih sejengkal mau sedepa. Mungkin ini yang disebut “Selingkuh Itu Indah”. Entah kenapa, suasana sunyi itu membuatku tiba-tiba iseng memegang tangan Bu Evi.“Bisa dua jam kita menunggu di sini, Bu.”
“Iya Pak,” sahutnya tanpa menepiskan genggamanku,
“Sabar aja Pak, dalam bisnis memang suka ada ujiannya.”Aku terdiam, tapi tidak dengan tanganku.




















