cah ayuu.. “Ahh.. XXNX Tapi begitu sampai di luar tenda, Putri Tribuana ditubruk oleh dua orang perampok hingga jatuh terguling. sshh.. cuupp.. cah ayuu.. Tanpa mereka ketahui, dari jauh tampak beberapa pasang mata mengawasi mereka.Mereka adalah para perampok yang kebetulan juga menginap di hutan itu, jumlah mereka 4 orang. Tongkat’nya yang hitam tidak begitu besar tapi agak panjang. heh.. Wah.. ‘Memek’ Putri Ayu Pualam tampak menjepit erat ‘Mr. Perampok itu tampak makin terangsang dan bersemangat melihat Putri Tribuana merintih.Lidahnya menjelajahi permukaan ‘Memek’ yang kemerah- merahan. “Tuan putri, maafkan hamba, tampaknya hari menjelang gelap, sebaiknya kita segera mendirikan tenda, agaknya kita terpaksa menginap di hutan ini.” seorang prajurit berkata sambil jongkok menyembah.“Baiklah, agaknya kita harus menginap di sini Nimas Ayu.” Putri Tribuana memandang adiknya.Putri Ayu Pualam hanya mengangguk, lalu meloncat turun dari kudanya.




















